| Nama Kegiatan : |
Pertambakan Udang Model TIR |
| Calon Klien dan Pasar Tujuan |
Calon client belum ada. Diharapkan adalah pengusaha nasional maupun lokal yang bergerak di bidang budidaya tambak udang. Pasar tujuan adalah Kawasan Barat Indonesia atau ke luar negeri. |
| Latar Belakang |
Provinsi Papua sebagai kawasan perairan yang potensial merupakan habitat dan nursery ground yang baik bagi sebagian besar ikan dan udang. Kabupaten Mimika sangat potensial untuk budidaya tambak udang karena dari areal penangkapan udang yang demikian luas di laut Arafura, maka perairan pantai sekitarnya seperti muara sungai, vegetasi hutan bakau yang ada di sepanjang pantai menjadi daerah ruaya dan nursery ground udang dan ikan.
Untuk meningkatkan PAD dan kesejahteraan bagi masyarakat dengan potensi sumberdaya perairan laut naka budidaya tambak udang cocok untuk dikembangkan.
|
| Jenis Peluang Investasi
Potensial |
|
Lokasi :
|
Lokasi pertambakan udang, secara admistratif terletak di Kabupaten Mimika Kecamatan Mimika Timur. Lokasi berada di sepanjang laut Arafuru, yang dapat dijangkau dengan kendaraan darat dan dilanjutkan dengan perahu bermotor. |
| Besaran Peluang |
Dari hasil survey yang telah dilakukan teridentifikasi lahan seluas 8.000 – 11.000 ha (Teknologi intensif), 3.250 (teknologi semi intensif), dan seluas 3.800 ha (tambak tradisional).
|
| Pasar Eksisting |
Produk tambak, khususnya udang windu memiliki pasar yang cukup lebar. Selama ini tampaknya tidak pernah terjadi produk memenuhi permintaan pasar, justru yang sering timbul adalah kelangkaan suplai, akibat kegagalan panen karena kasus penyakit. Peluang pasar sangat terbuka, baik untuk kebutuhan lokal maupun ekspor ke luar negeri. |
| Hambatan |
Beberapa hambatan :
- Hambatan utama adalah faktor ketenagakerjaan, karena usaha ini membutuhkan keahlian khusus, maka perlu disiapkan SDM yang terampil dalam usaha ini.
- Sarana transportasi ke lokasi perencanaan yang belum lancar, mengingat ruas jalan Timika–Mapurujaya–Pomako yang belum selesai.
- Belum selesainya pembangunan jembatan pada ruas jalan Timika–Mapurujaya–Pomako menyebabkan terputusnya jalur tersebut.
|
| Dukungan sektor yang sudah ada |
Tersedianya infrastruktur pelabuhan laut Pemako I dan II yang telah dibagun oleh PT. Freeport bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Mimika, masih dalam kondisi kurang memadai. |
| Insentif Yang Sudah Ada |
Nihil |
| Kebutuhan dukungan sektor |
- Penyelesaian pembangunan jembatan dan ruas jalan Timika-Mapurujaya-Pomako.
- Pengembangan Pelabuhan Pomako I dan II, sehingga dapat memberi dukungan bagi kegiatan ini.
|
| Kebutuhan dukungan Insentif |
- Penciptaan iklim yang kondusif bagi investasi dari Pemerintah Daerah setempat, terutama kebijakan-kebijakan yang menyangkut investasi.
- Penyiapan lahan untuk lokasi budidaya yang tidak bermasalah.
|
| Catatan Tambahan |
Sudah ada studi kelayakan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Provinsi Papua, pada tahun 1997. |