| Nama Kegiatan : |
Pengembangan Pelabuhan
Eksport-Import Urfu |
| Calon Klien dan Pasar Tujuan |
Calon client yang diharapkan adalah
perusahaan konsorsium yang bergerak dalam bidang pembangunan pelabuhan. |
| Latar Belakang |
Permasalahan utama yang dihadapi oleh
KTI khususnya KAPET BIAK adalah keterbatasan sarana prasarana moda
transportasi laut. Seiring dengan pesatnya pembangunan yang ada dan yang
akan dihadapi menuntut semakin besarnya perpindahan barang ataupun jasa
antar pulau maupun negara. Dengan demikian dibutuhkan sarana prasarana
Pelabuhan Laut yang memadai dan memenuhi standart kelayakan ataupun
fasilitas-fasilitas yang disediakan untuk menunjang frekwensi lalu-lintas
dan bongkar muat barang dan jasa.
Kawasan Urfu di pulau Biak telah ditetapkan oleh BP KAPET BIAK sebagai
Kawasan Pelabuhan dan Kawasan Industri yang direncanakan untuk digunakan
sebagai simpul dari arus transportasi barang ataupun jasa untuk mendukung
dan melayani KAPET Biak, Papua dan Kawasan Timur Indonesia yang tujuan
pemasarannya ke Kawasan Barat Indonesia maupun Kawasan Asia Pasifik.
|
| Jenis Peluang Investasi
Potensial |
| Lokasi : |
Lokasi yang akan direncanakan sebagai
Pelabuhan Ekspor impor adalah di Desa Urfu yang berjarak kurang lebih 17
km dari Kota Biak, berdekatan/berhadapan dengan Kawasan Industri Urfu.
Lokasi ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan darat kurang lebih
0,5 jam. |
| Besaran Peluang |
Luas kawasan yang direncanakan adalah
sebesar 300 ha tercakup didalamnya dermaga beserta ground handling/tempat
bongkar muat, gudang, terminal peti kemas, perkantoran, dan tempat parkir.
Pelabuhan Ekspor Impor Urfu akan dijadikan sebagai hub pelabuhan-pelabuhan
di Hinterland-nya, dengan fungsi sebagai pengekspor bahan hasil produksi
dari Kawasan Industri dan sebagai tempat impor bahan baku industri, baik
dari hinterland maupun dari kawasan lainnya.
|
| Pasar Eksisting |
-
|
| Hambatan |
Penyelesaian dalam pembebasan lahan yang belum
selesai, karena keterbatasan anggaran dari Pemerintah Daerah untuk
melunasi sisa yang ada.
|
| Dukungan sektor yang sudah ada |
- Tersedianya bandara udara, Frans Kaisiepo,
yang bertaraf international.
- Tersedianya jalan darat yang cukup memadai,
yang disiapkan untuk mengantisipasi pembangunan Kawasan Pelabuhan dan
Kawasan Industri Urfu (Ruas Biak – Urfu).
- Jangkauan Listrik PLN yang sudah mencapai ke
lokasi pelabuhan.
- Telah tersedia jaringan data digital di Biak
Numfor.
|
| Insentif Yang Sudah Ada |
Nihil |
| Kebutuhan dukungan sektor |
- Pengembangan instalasi air bersih di Kawasan Pelabuhan dan Kawasan
Industri Urfu.
- Perlunya penyediaan SDM yang terampil dan berkualitas di bidang
operasional pelabuhan untuk mampu memberikan pelayanan yang
berkualitas international.
- Penyediaan dan pengembangan hotel, restoran, dan fasilitas penunjang
jasa perdagangan.
- Peningkatan sarana telekomunikasi yang dapat menjangkai kawasan
pelabuhan baik secara teresterial maupun dengan sistim nir kabel.
|
|
Kebutuhan dukungan Insentif
|
- Insentif fiskal yaitu pembebasan Bea Masuk dan PPn terhadap barang
impor.
- Pemberian insentif non fiskal yaitu keamanan penggunaan Kawasan
Pelabuhan dari masalah sosial, kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah
dalam kaitannya dengan Investasi, kemudahan dalam perijinan, dan
kemudahan-kemudahan dalam bidang infrastruktur.
|
| Catatan Tambahan |
Telah dilakukan Survai dan Pemetaan Kawasan Pelabuhan
Ekspor Impor Urfu oleh BPPT Jakarta pada tahun 1999. |