| Nama Kegiatan : |
Pengembangan Kelapa Sawit |
| Calon Klien dan Pasar Tujuan |
Calon client belum ada. Diharapkan dari perusahaan perkebunan yang sudah eksis di dalam dan luar negeri untuk berinvestasi dalam usaha perkebunan kelapa sawit. Pasar tujuan untuk komoditas kelapa sawit adalah dalam negeri dan luar negeri seperti negara-negara di Asia Selatan. Amerika Selatan dan Timur Tengah. |
| Latar Belakang |
Kabupaten Manokwari memilki sumberdaya alam yang sangat melimpah. Salah satu sektor andalan untuk Kabupaten Manokwari yaitu sektor perkebunan. Potensi perkebunan yang dapat dikembangkan dan merupakan komoditas unggulan adalah perkebunan kelapa sawit. Pengembangan komoditas kelapa sawit secara langsung dan tidak langsung dapat meningkatkan taraf hidup masyakat dan menambah PAD bagi Kabupaten Manokwari.
|
| Jenis Peluang Investasi
Potensial |
| Lokasi : |
Lokasi perkebunan kelapa sawit yang sangat potensial terletak di Kecamatan Prafi dan Babo, Kabupaten Manokwari. |
| Besaran Peluang |
Potensi lahan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Babo memiliki luas 60.000 ha. Sedangkan luas lahan potensial untuk perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Manokwari secara keseluruhan mencapai 160.000 Ha.
|
| Pasar Eksisting |
Permintaan terhadap komoditi minyak goreng pada umumnya dibagi menjadi dua yaitu permintaan untuk komsumsi langsung dan permintaan eksport. Kebutuhan konsumsi langsung minyak goreng di Indonesia cukup besar, baik berasal dari kelapa sawit maupun kopra. Pergeseran selera permintaan dalam negeri dewasa ini mengakibatkan permintaan akan minyak goreng sawit lebih besar dari pada minyak goreng kopra. Sedangkan permintaan eksport untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri seperti Amerika Latin. Afrika, Timur Tengan dan Asia Selatan untuk kedua jenis minyak goreng dimaksudkan menunjukkan angka yang berfluktuasi. |
| Hambatan |
Beberapa hambatan :
- Sarana transportasi laut yang menuju dari dan ke lokasi perkebunan masih membutuhkan biaya yang tinggi.
- Kurangnya tenaga terampil dalam usaha budidaya kelapa sawit.
|
| Dukungan sektor yang sudah ada |
Tersedianya pelabuhan laut dan bandar udara yang cukup memadai. |
| Insentif Yang Sudah Ada |
Nihil |
| Kebutuhan dukungan sektor |
- Pembangunan jaringan jalan sangat diharapkan sehingga dapat menghubungkan kawasan perkebunan dengan kawasan perkotaan maupun dermaga.
- Prasarana pelabuhan udara perlu ditingkatkan.
- Perlu penambahan dan peningkatan fasilitas transportasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan ekonomi.
|
| Kebutuhan dukungan Insentif |
- Penciptaan iklim yang kondusif bagi investasi dari Pemerintah Daerah setempat, terutama kebijakan-kebijakan yang menyangkut investasi, sektor perijinan maupun perda.
- Penyiapan lahan untuk lokasi budidaya yang tidak bermasalah.
- Jaminan keamanan bagi para pengusaha atau investor yang sedang atau yang akan berinvestasi di wilayah tersebut.
|
| Catatan Tambahan |
Sudah ada studi kelayakan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Provinsi Papua, pada tahun 1997. |