spacer
      [ Berita Terkini ]    [ Tentang Kami ]    [ Kontak Kami ]     

 Menu
 Depan
 Berita Terkini
 Foto Galeri
 Produk KAPET Biak
 Project Prospectus

 Profile Kawasan
 Nabire
 Mimika
 Manokwari
 BiakNumfor
 YapenWaropen

 Pengunjung
Saat ini ada, 7 tamu 0 member yang sedang online.


 Insentif Investasi
 Dasar Hukum
 Bidang Perpajakan

 Prosedur Investasi
 Investasi PMA
 Investasi PMDN

 Informasi Komoditi
 Komoditas Unggulan
 Profile Investasi
Informasi Pasar
   Komoditas


 Anda Pengunjung Ke

 JAM

 Statistik

  


PELUANG INVESTASI POTENSIAL DAN KEBUTUHAN DUKUNGAN SEKTOR

Pengembangan Kelapa Sawit di Manokwari

Nama Kegiatan : Pengembangan Kelapa Sawit
Calon Klien dan Pasar Tujuan Calon client belum ada. Diharapkan dari perusahaan perkebunan yang sudah eksis di dalam dan luar negeri untuk berinvestasi dalam usaha perkebunan kelapa sawit. Pasar tujuan untuk komoditas kelapa sawit adalah dalam negeri dan luar negeri seperti negara-negara di Asia Selatan. Amerika Selatan dan Timur Tengah. 
Latar Belakang Kabupaten Manokwari memilki sumberdaya alam yang sangat melimpah. Salah satu sektor andalan untuk Kabupaten Manokwari yaitu sektor perkebunan. Potensi perkebunan yang dapat dikembangkan dan merupakan komoditas unggulan adalah perkebunan kelapa sawit. Pengembangan komoditas kelapa sawit secara langsung dan tidak langsung dapat meningkatkan taraf hidup masyakat dan menambah PAD bagi Kabupaten Manokwari.
Jenis Peluang Investasi Potensial
Lokasi : Lokasi perkebunan kelapa sawit yang sangat potensial terletak di Kecamatan Prafi dan Babo, Kabupaten Manokwari.
Besaran Peluang Potensi lahan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Babo memiliki luas 60.000 ha. Sedangkan luas lahan potensial untuk perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Manokwari secara keseluruhan mencapai 160.000 Ha.
Pasar Eksisting Permintaan terhadap komoditi minyak goreng pada umumnya dibagi menjadi dua yaitu permintaan untuk komsumsi langsung dan permintaan eksport. Kebutuhan konsumsi langsung minyak goreng di Indonesia cukup besar, baik berasal dari kelapa sawit maupun kopra. Pergeseran selera permintaan dalam negeri dewasa ini mengakibatkan permintaan akan minyak goreng sawit lebih besar dari pada minyak goreng kopra. Sedangkan permintaan eksport untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri seperti Amerika Latin. Afrika, Timur Tengan dan Asia Selatan untuk kedua jenis minyak goreng dimaksudkan menunjukkan angka yang berfluktuasi.
Hambatan Beberapa hambatan :
  • Sarana transportasi laut yang menuju dari dan ke lokasi perkebunan masih membutuhkan biaya yang tinggi.
  • Kurangnya tenaga terampil dalam usaha budidaya kelapa sawit.
Dukungan sektor yang sudah ada  Tersedianya pelabuhan laut dan bandar udara yang cukup memadai.
Insentif Yang Sudah Ada Nihil
Kebutuhan dukungan sektor
  • Pembangunan jaringan jalan sangat diharapkan sehingga dapat menghubungkan kawasan perkebunan dengan kawasan perkotaan maupun dermaga.
  • Prasarana pelabuhan udara perlu ditingkatkan. 
  • Perlu penambahan dan peningkatan fasilitas transportasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan ekonomi.
Kebutuhan dukungan Insentif
  • Penciptaan iklim yang kondusif bagi investasi dari Pemerintah Daerah setempat, terutama kebijakan-kebijakan yang menyangkut investasi, sektor perijinan maupun perda.
  • Penyiapan lahan untuk lokasi budidaya yang tidak bermasalah.
  • Jaminan keamanan bagi para pengusaha atau investor yang sedang atau yang akan berinvestasi di wilayah tersebut.
Catatan Tambahan Sudah ada studi kelayakan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Provinsi Papua, pada tahun 1997.



 [ Pertambangan Batu Marmer ]  [ Pengembangan Wisata Bahari ]

Kantor BP KAPET Biak

Jln. Batu Karang - Swapodibo
Biak - Papua
Telp. : (0981) 24515
Fax. : (0981) 25371
e-mail : infokapetbiak@yahoo.com

Pusdatin KAPET Biak @2008

fuss