| Nama Kegiatan : |
Pengembangan Kakao |
| Calon Klien dan Pasar Tujuan |
Calon clients aadalah perusahaan yang bergerak dibidang kakao,sedangkan pasar tujuan adalah Jepang,Eropa, Amerika, Singapura,Australia, Tunisia, Arab,Korea selatan dan Hongkong |
| Latar Belakang |
Tanaman Kakao telah lama dibudidayakan di Propinsi Papua yaitu sejak masa penjajahan Belanda. Di Papua tanaman Kakao tersebar di 9 Kabuapten. Namun demikian areal kakao yang melebihi 2000 ha hanya terdapat di Kabupaten Jayapura, Nabire, Manokwari dan Yapen Waropen.
Kabupaten Yapen Waropen merupakan salah satu daerah yang potensial untuk pengembangan sektor pertanian, khususnya sub sektor perkebunan kakao. Komoditas ini juga merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Yapen Waropen selain sektor perikanan, pertambangan, pariwisata, dll.
|
| Jenis Peluang Investasi
Potensial |
| Lokasi : |
Lokasi yang sesuai untuk pengembangan kakao adalah di Daratan Waropen Kabupaten Yapen Waropen, yang dapat di akses melalui jalan laut dari Serui. |
| Besaran Peluang |
Potensi lahan yang ada sebesar 122.900 ha, yang bila dikembangkan akan memberikan manfaat besar.
|
| Pasar Eksisting |
Belum ada. Pasar yang selama ini menampung ekspor kakao dari Indonesia adalah Eropa barat dan Amerika serikat sedangkan dari Provinsi Papua adalah Surabaya dan Ujung Padang. |
| Hambatan |
Beberapa hambatan :
- Sarana Transportasi yang kurang memadai terutama untuk pengangkutan hasil perkebunan dan hasil hutan.
- Masih rendah tingkat pengetahuan tentang pengolahan dan pengembangan perkebunan khususnya perkebunan kakao.
|
| Dukungan sektor yang sudah ada |
- Pelabuhan laut dan dermaga yang sudah ada baik di Pulau Yapen maupun di Daratan Waropen.
- Bandara udara yang berada di Serui, baru mampu didarati pesawat Twin Otter.
- Ketenagakerjaan sudah banyak terserap dalam bidang perkebunan khususnya sebagai PPL
|
| Insentif Yang Sudah Ada |
Nihil |
| Kebutuhan dukungan sektor |
- Pembangunan jaringan jalan yang menghubungkan kawasan perkebunan di Daratan Waropen.
- Peningkatan prasarana bandara udara maupun pelabuhan laut untuk mengantisipasi pengangkutan hasil produksi kakao terutama di Daratan Waropen.
- Dukungan dari instansi terkait dan masyarakat dalam mengelola potensi
perkebunan
- Meningkatkan sarana dan prasarana serta pelayanan kesehatan dalam pengembangan sumber daya manusia.
- Dukungan dari instansi terkait dalam pengembangan sumber daya manusia dengan membuka tempat pelatihan atau LLK yang bergerak dibidang perkebunan khususnya dalam mengelola dan memproduksi kakao .
|
|
Kebutuhan dukungan Insentif
|
- Penciptaan iklim yang kondusif bagi investasi dari Pemerintah Daerah setempat, terutama kebijakan-kebijakan yang menyangkut investasi, sektor perijinan maupun Perda.
- Penyiapan lahan untuk lokasi budidaya yang tidak bermasalah.
- Jaminan keamanan bagi para pengusaha atau investor yang sedang atau yang akan berinvestasi di wilayah tersebut
- Kemudahan perijinan baik dari pusat maupun daerah untuk para investor yang berinvestasi maupun yang akan mensuplai hasil produksi perkebunan khususnya Kakao.
|
| Catatan Tambahan |
-
|