|
PROFIL KABUPATEN MIMIKA
I. Letak dan Batas Wilayah
Kabupaten Mimika terletak
pada posisi 134o 45 - 137o
45 Bujur Timur dan 40o 5o10
Lintang Selatan, dengan luas daratan 21.522 kmē, dengan batas-batas :
Sebelah Utara : Kabupaten Nabire,
Kab. Paniai, Kab. Puncak Jaya
Sebelah Selatan : Laut Arafura
Sebelah Barat : Kabupaten Kaimana
Sebelah Timur : Kabupaten
Jayawijaya, Yahukimo & Kabupaten Asmat
Wilayah Administrasi
Sebelum mengalami pemekaran
kabupaten Mimika terdiri dari 4 kecamatan yaitu Mimika Barat, Mimika Timur,
Mimika Baru dan Agimuga. Setelah pemekaran, terdiri dari 12 Kecamatan, yaitu
Kecamatan Mimika Barat, Mimika Barat Tengah, Mimika Barat Jauh, Mimika Timur,
Mimika Timur Tengah, Mimika Timur Jauh, Mimika Baru, Kuala Kencana, Tembagapura,
Agimuga, Jila dan Jita.
Iklim
Curah hujan tahunan
rata-rata 5.160 mm, dengan hari hujan rata-rata tahunan mencapai 306 hari. Musim
hujan terjadi pada bulan Maret hingga Agustus, dengan curah hujan tertinggi pada
bulan April. Tidak terdapat musim kemarau yang nyata karena pada bulan-bulan
berikutnya curah hujan bulanan masih melebihi 200 mm. suhu udara tertinggi
27.7oC yang terjadi pada bulan Januari,
sedangkan terendah 25.2oC pada bulan Juli.
Kelembaban udara rata-rata terendah pada bulan Februari yaitu 77,0% dan
tertinggi 87,0% pada bulan Juli.
Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten
Mimika pada tahun 2003 sebanyak 131.715 jiwa dengan kepadatan penduduknya 6,72
jiwa/km2. Kepadatan penduduk tertinggi terjadi
di Kecamatan Mimika Baru 33,66 jiwa/km2. Mata
pencaharian sebagian besar penduduk adalah bertani (tanaman pangan, perkebunan,
dan perternakan). Selain itu sebagai buruh dan pedagang kecil.
Jenis Tanah
Tanah yang menyusun wilayah
Kabupaten Mimika merupakan tanah hasil lapukan dari batuan dasar sebagai
residual soil dan transported soil. Pada umumnya jenis tanah yang
terdapat di Kabupaten Mimika terdiri dari tanah Podsolik Merah Kuning (memiliki
tekstur halus hingga sangat kasar), alluvial (bertekstur halus) dan jenis tanah
gabungan antara alluvial dan gambut (terdapat dalam bentang alam rawa bakau
estuarium).
Hidrologi
Wilayah Kabupaten Mimika
memiliki beberapa daerah aliran sungai yang membentang mulai dari Kecamatan
Mimika Barat hingga Kecamatan Agimuga, antara lain DAS Omba, DAS Aindua, DAS
Taparomae, DAS Tuuga, DAS Ukemupuko, DAS Mimika, DAS Kamora, DAS Wania, DAS
Aykwa, DAS Minajerwi, DAS Otakwa, DAS Agimuga dan Sungai Cemara. Sungai-sungai
ini bermuara di pantai Arafura. Kandungan sedimen yang terdapat di sungai-sungai
utama pada umumnya masih rendah kecuali Sungai Aykwa yang sangat dipengaruhi
sedimen Tailing.
Topografi
Secara regional fisiografi
wilayah Kabupaten Mimika meliputi lempeng selatan yang berada di ujung barat
pegunungan tengah dan daerah berawa yang berada di pantai selatan. Rangkaian
pegunungan tengah mulai dari barat ke timur sebagai berikut : Pegunungan Charles
Louis di utara Sungai Aindua, Pegunungan Yamapoa di antara Sungai Edere dan
Sungai Yawee, Pegunungan Hannekam di timur Sungai Kamora, Pegunungan Maire di
timur Sungai Mamoa, dan Pegunungan Lineaus di timur Sungai Agimuga.
Berdasarkan relief
permukaannya, Kabupaten Mimika terbagi menjadi 6 wilayah bentang alam, yaitu :
bentang alam dataran pantai, bentang alam rawa bakau estuarium, bentang alam
dataran rendah rawa, bentang alam dataran kipas alluvial, bentang alam kipas
alluvial dan bentang alam pegunungan.
II. POTENSI DAERAH
1] Sektor Pariwisata
2] Sektor Pertanian
3] Sektor Peternakan
4] Sektor Perkebunan
5] Sektor Perikanan
6] Sektor Kehutanan
7] Sektor Perhubungan
8] Informasi Potensi Sumber Daya
9] Sektor Pertambangan
WebMaster www.KapetBiak.com. |