spacer
      [ Berita Terkini ]    [ Tentang Kami ]    [ Kontak Kami ]     

 Menu
 Depan
 Berita Terkini
 Foto Galeri
 Produk KAPET Biak
 Project Prospectus

 Profile Kawasan
 Nabire
 Mimika
 Manokwari
 BiakNumfor
 YapenWaropen

 Pengunjung
Saat ini ada, 4 tamu 0 member yang sedang online.


 Insentif Investasi
 Dasar Hukum
 Bidang Perpajakan

 Prosedur Investasi
 Investasi PMA
 Investasi PMDN

 Informasi Komoditi
 Komoditas Unggulan
 Profile Investasi
Informasi Pasar
   Komoditas


 Anda Pengunjung Ke

 JAM

 Statistik

  



Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) BIAK



VISI

“Terciptanya KAPET Biak sebagai lokomotif ekonomi dan perangkai simpul jasa perdagangan industri melalui keterpaduan kerjasama lintas wilayah dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat”

 

MISI

  1. Membangun ekonomi lokal yakni menjalin kerjasama untuk produksi pemasaran pengolahan hasil setiap wilayah.
  2. Menegakkan kelembagaan yang proaktif untuk menciptakan KAPET Biak sebagai lokomotif ekonomi wilayah.
  3. Menjadikan Biak sebagai pintu gerbang pemasaran ke wilayah Asia Pasifik.
  4. Menggalang kekuatan wilayah dan masyarakat untuk menciptakan kesejahteraan bersama.
  5. Menggalang keterpaduan kerjasama pembangunan, produksi dan dinamika sektor-sektor kawasan pengembangan


Latar Belakang
Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) adalah kawasan yang berpotensi tumbuh cepat dibanding kawasan lain, mempunyai sektor unggulan yang dapat menggerakan pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya dan memerlukan dana investasi yang besar bagi pengembanganya. Wilayah Kapet Biak meliputi wilayah Biak Numfor, Manokwari, Yapen Waropen, Nabire dan Mimika, merupakan kawasan yang cukup strategis dengan akses langsung ke kawasan Asia Pasifik.

Potensi
Potensi strategis Kapet Biak terutama didukung oleh sumberdaya alam baik dikawasan inti maupun hinterland-nya. Potensi tersebut antara lain, merupakan kawasan wisata baik berupa wisata alam (P. Padaido, P. Dawi, Perairan Biak, Mata air Wardo, dsb) maupun wisata budaya (tarian daerah, peningalan sejarah, dll). Sektor perikanan tidak diragukan lagi. Berdasarkan data dari Komisi Nasional Pengkajian Stok Sumberdaya Ikan laut diketahui bahwa samudera Pasifik merupakan daerah potensial untuk penangkapan ikan tuna, cakalang, tongkol/tengiri, kerapu/kakap merah maupun cucut. Untuk ikan tuna saja tingkat pemanfaatnya baru mencapai 40% dari kemungkinan produksi 18 ribu ton pertahun. Cakalang baru mencapai 25% dari kemungkinan produksi 31 ribu ton pertahun.

Pengelolaan KAPET
Pengelolaan KAPET dilakukan oleh Badan Pengelola (BP) yang terdiri dari unsur pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan pemerintah Kab./Kota ataupun unsur swasta. Tugas BP Kapet mengendalikan dan mengawasi kegiatan pembangunan berdasarkan Rencana Induk Pengembangan yang ditetapkan Tim Pengarah. Oleh karena itu fungsi Kapet antara lain (1) Melaksanakan rencana Pengembangan Kapet, (2) Mengembangkan dan mengendalikan pembangunan industri, perdagangan dan jasa termasuk prasarana dan fasilitas penunjang lainnya (3) Memberikan dan mengendalikan perijinan usaha berdasarkan pelimpahan wewenang dari Instansi Terkait . Pembiayaan anggarannya bersumber dari APBN, APBD maupun investasi swasta.

Stakeholder Kapet
Mengingat kemampuan pendanaan yang dimiliki pemerintah terbatas, maka peran Kapet dalam mempercepat pembangunan di KTI memerlukan tiga pelaku pembangunan yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha (investor). Pemerintah berperan memberikan lokasi dan fasilitas insentif, sedangkan Kapet akan membantu peningkatan pendapatan pemerintah (PAD).
Peran dunia Usaha menanamkan investasinya dalam bentuk pendirian usaha, KAPET akan memberi fasilitas dan kemudahan berupa insentif. Peran masyarakat sebagai sumberdaya manusia/tenaga kerja, sedangkan KAPET berperan menciptakan lapangan kerja. Komitmen stakeholders KAPET, Khususnya instansi pemerintah menjadi faktor utama dalam pengembangan KAPET saat ini. Untuk itu pertanyaan yang mengarah pada maju atau tidaknya KAPET seyogyanya diajukan kepada semua stakeholder tadi, tidak kepada salah satu diantaranya.

Reorientasi KAPET Biak
Kapet Biak ditetapkan melalui Keppres No. 90 tahun 1996 mengacu kepada Keppres No. 89 tahun 1996 dan terakhir diperbaharui Keppres No. 150 tahun 2000 yang merubah pengelolaan Kapet secara mendasar. Keppres terakhir inilah memunculkan permasalahan dalam hal: status kelembagaan BP Kapet yang tidak jelas, aspek kewenangan, kepegawaian, hubungan kerja dengan Pemerintah Daerah. Oleh karena itu perlu “Reorientasi” meliputi :

  1. Penentuan Kawasan Prioritas
    Kawasan yang dimaksud adalah kawasan minyak dan gas bumi Bintuni, cadanganya 0,9 TCF dan Salawati cadangannya 28,3 CTF (Inventarisasi SDM Papua 2001).
  2. Pemanfaatan infrastruktur yang tersedia
    Salah satu aset infrastruktur yang cukup berharga di Kapet Biak adalah Bandar Udara Frans Kaisiepo. Bandara ini memberikan nilai tambah (added value) menjadi akses utama bagi Kapet Biak ke luar wilayah, baik dalam maupun luar negeri
  3. Paradigma baru pengelolaan KAPET
    Kapet adalah milik daerah, namun dalam pelaksananya tidak lepas dari dukungan sektor-sektor terkait. Untuk itu perlu dipahami bahwa paradigma pengembangan Kapet seyogyanya diarahkan pada pendekatan profesional yang mengedepankan hasil daripada proses. Pegutamaan birokrasi yang selama ini dilakukan terbukti menyebabkan Kapet terlambat berkembang. BP Kapet dituntut bersikap profesional, tidak birokratis dan mandiri. Termasuk mandiri dalam hal pendanaan operasional.
  
 Sekilas Kapet Biak
Keberadaan KAPET Biak ibarat air laut, yakni mengalami pasang dan surut. Sejak KEPPRES No. 89 tahun 1996 yang diperbaharui dengan KEPPRES no. 9 tahun 1998 >>selanjutnya

 Potensi Unggulan
 Pariwisata
 Perikanan
 Perkebunan
 Pertanian
 Pertambangan

 Peluang Investasi
 Kakao
 Ikan Tuna
 Rumput Laut
 Batu Marmer
 Kelapa Sawit
 Wisata Bahari
 Tambak Udang
 Pelabuhan Eksim
 Kawasan Industri

 Survey
Apakah Anda Mengetahui tentang Keberadaan Kapet Biak ?

Sangat Mengetahui
Cukup Mengetahui
Mengetahui
Tidak Mengetahui
Sangat Tidak Mengetahui



Hasil
Polling

Pemilih 93

 Berita Hari Ini
Belum ada berita besar hari ini.

 Artikel Lalu
16 January 2008
· Investasi ke Luar Jawa
13 December 2007
· BP KAPET SE-INDONESIA MINTA DUKUNGAN FINAL PEMERINTAH
12 November 2007
· ASEAN PERLU STANDARISASI PRODUK
· Gubernur Resmikan Kantor Penghubung Papua di Beijing
· PEMROV DIMINTA SIAPKAN JAMINAN HUKUM
28 September 2007
· Kendala Bisnis Dieliminir
· PENGELOLAAN HUTAN
20 September 2007
· FTZ Bisa Serap 30.000 Pekerja Per Tahun
10 September 2007
· Kapet Biak undang investor kembangkan wisata bahari
20 August 2007
· Jajak Pendapat ''Kompas'' : Yakin Pulih dari Krisis, Sayangnya, Kok, Belum
· Membenahi Mesin Birokrasi yang ''Karatan''

 Link Kapet
 Kapet Aceh
 Kapet ParePare
 Kapet Bima
 Kapet Batui
 Kapet Mbay
 Kapet Bukari
 Kapet Batulicin
 Kapet Sasamba
 Kapet DAS Kakab
 Kapet Seram
 Kapet Kahatulistiwa
 Kapet Manado Bitung

Kantor BP KAPET Biak

Jln. Batu Karang - Swapodibo
Biak - Papua
Telp. : (0981) 24515
Fax. : (0981) 25371
e-mail : infokapetbiak@yahoo.com

Pusdatin KAPET Biak @2008

fuss